Senin, 21 Juli 2014

Sudah ada BPJS , tidak perlu asuransi lagi DONK

Pada tahun 2014 , rakyat Indonesia seperti mendapatkan kado ulang tahun yang sangat spesial , yakni pemerintah meluncurkan suatu program yang bernama BPJS

Sebagai informasi BPJS  merupakan singkatan dari Badan Penyelengara Jaminan Sosial . Singkat cerita bagi setiap warga negara Indonesia jika memiliki program BPJS maka jika masuk rs , dan perlu berobat  maka setiap warga yang memiliki BPJS tersebut tidak perlu untuk membayar sepeser pun rupiah . Dan hebatnya  untuk mendapatkan BPJS ini , warga negara Indonesia hanya perlu membayar paling mahal adalah 60 Rb / bulan untuk mendapatkan fasilitas inap kelas 1 di rs . 

Mungkin ada beberapa unsur negative nya yang dibicarakan oleh penguna BPJS , seperti jika memakai BPJS tidak bisa langsung ke rs , harus ke puskemas terlebih jika baru harus dirujuk ke rs , maka baru boleh berobat di rs atau tidak semua rs yang kerjasama dengan BPJS , kebanyakan masih rumah sakit negara 

Tetapi dengan hanya biaya 60 Rb / Bulan , beberapa pun biaya akan dibayarkan , seperti jika harus operasi by pass , kanker atau penyakit apapun yang membutuhkan biaya biaya besar , BPJS akan membayarkan semua , dan akhirnya mau tidak mau membuat BPJS ini menjadi sangat cepat terkenal , sehingga banyak sekali orang mengatakan tidak perlu lagi asuransi.

Benarkah begitu ? apakah dengan adanya BPJS , kita perlu lagi asuransi ?
Jawabnnya , sangat salah sekali .  Ada beberapa point kenapa setiap orang harus memiliki asuransi lagi , biarpun sudah ada BPJS.

Untuk sekedar penambah informasi , saya akan mengutip sejarah munculnya asuransi pertama kali di dunia yang saya kutip dari http://www.akademiasuransi.org/2012/09/sejarah-awal-asuransi.html

" Salah satu cerita mengenai kekurangan bahan makanan terjadi pada jaman Mesir kuno semasa raja Firaun berkuasa. Suatu hari sang raja bermimpi yang diartikan oleh nabi Yusuf bahwa selama 7 tahun negari Mesir akan mengalami panen yang berlimpah dan akan diikuti masa paceklik selama 7 tahun berikutnya . Untuk berjaga jaga terhadap bencana kelaparan tersebut , Raja Firaun mengikuti saran nabi Yusuf dengan menyisihkan sebagian dari hasil panen pada 7 tahun pertama sebagai cadangan bahan makanan pada masa paceklik. Dengan demikian pada masa 7 tahun paceklik rakyat Mesir terhindar dari resiko bencana kelaparan hebat yang melanda seluruh negeri" 

atau versi dari cerita lain 

" Pada tahun 2000 sebelum masehi para saudagar dan aktor di Italia membentuk Collegia Tennirium yaitu semacam lembaga asuransi yang bertujuan membantu para janda dan anak anak yatim dari para anggota yang meninggal. Perkumpulan serupa yaitu Collegia Nititum kemudian berdiri dengan beranggotakan para budak berlian yang diperbantukan pada kententaraan kerajaan Romawi

Setiap anggota mengumpulkan sejumlah iuran dan bilah salah seorang anggota mengalami nasib sial ( Unfortunate ) maka biaya pemakamannya akan dibayar oleh anggota yang bernasib baik ( Fortunate ) dengan menggunakan dana yang dikumpulkan sebelumnya. Perkumpulan semacam ini merupakan salah satu konsep awal timbulnya asuransi , yaitu orang orang yang beruntung atau bernasib baik membantu orang orang yang tidak beruntung ".

Sebelum saya melanjutkan arti penting nya suatu polis asuransi jiwa , saya akan menjelaskan betapa penting nya suatu polis asuransi kondisi kritis, benar jika BPJS bisa membayar segala biaya kita waktu kita terkena sakit kritis , tapi apakah waktu kita terkena suatu penyakit kritis bisa bekerja seperti semula lagi ? apakah kantor tempat kita bekerja masih mau mempekerjakan kita lagi jikalau kita sering cuti untuk berobat seperti untuk kemotrapi , atau cuci darah ? 

Dan jika waktu saat kita terkena kritis , mungkin kita sudah tidak perlu lagi pusingkan soal biaya rumah sakit , TETAPI kita harus tetap memikirkan bagaiamana kita bisa tetap menghidupi keluarga kita walau kita sedang sakit kritis , sehingga asuransi untuk kondisi kritis sangat diperlukan karena dengan uang tersebut kita perlu untuk menghidupi keluarga kita

Kembali ke asuransi jiwa ,pada dasarnya asuransi yang diciptakan di awal adalah asuransi jiwa . Asuransi jiwa diciptakan untuk mengantikan income seseorang dimana waktu orang  tersebut meninggal . Ingat asuransi jiwa itu sangat penting bagi orang yang sebagai tulang punggung keluarga , bisa ayah , istri atau anak yang menjadi sandaran hidup seluruh anggota keluarganya 

BPJS hanya mengobati waktu kita sakit , tapi waktu saat kita meninggal , BPJS tidak bisa memberikan uang untuk anggota keluarga kita sebagai biaya hidup. INGAT asuransi jiwa begitu akan menjadi sangat penting , waktu JIKA saat kita meninggal tidak bisa menghasilkan uang lagi . Seseorang PASTI BERGUNA waktu dia masih HIDUP dan bisa menghasilkan uang , TETAPI TIDAK SEMUA ORANG MASIH TETAP BERGUNA DAN BISA MENGHASILKAN UANG WAKTU SAAT SUDAH TIDAK ADA DIDUNIA LAGI  , tetapi dengan asuransi JIWA lah yang bisa membantu kita akan tetap bisa memberikan uang kepada keluarga kita waktu saat kita meninggal

Ingat BPJS hanya membantu untuk kita berobat di rumah sakit , BPJS tidak bisa memberikan kita uang untuk biaya hidup keluarga kita waktu kita sudah tidak bisa bekerja lagi karena kondisi kristis , dan BPJS tidak bisa memberikan uang kepada keluarga kita dimana waktu kita meninggal dunia , TETAPI asuransi bisa

INGAT YOUR FUTURE IN YOUR DECISION 




Jumat, 09 Mei 2014

Mindset Si kaya dan si Miskin

Pernahkah kita memperhatikan , bahwa Si Kaya dan Si Miskin mempunyai mindset yang sangat bertolak belakang .

Sebelum saya mulai , saya akan mendefinisikan bahwa mindset si Kaya itu bukanlah yang mempunyai banyak uang , dan si miskin bukanlah yang tidak mempunyai uang  , tetapi disini adalah bagaimana perbedaan dari cara berpikir dalam mengeolah keuangan

Berikut adalah perbedaan mindset si Miskin dan si Kaya
1. Si miskin selalu mengejar kesenangan  , tetapi si kaya akan menunda kesenangan
Di point ini kita bisa selalu melihat bahwa si Miskin tidak bisa sabar untuk memuaskan kesenangan diri sendiri , si Miskin akan selalu mengejar untuk membeli Hp terbaru , akan selalu membeli baju, sepatu yang mahal karena ingin eksis , ingin gaya , dan parahnya banyak sekali yang untuk mengejar kesenangan mereka memakai utang , mereka memakai kartu kredit , bahkan dengan KTA . Tetapi si Kaya , kita akan melihat mereka bukanlah yang mengejar kesenangan yang konsumtif , kita akan selalu melihat mereka memakai baju yang biasa biasa saja , dengan hp yang standard , karena mereka harus menabung terlebih dahulu .

2. Si Miskin selalu membeli aset negatif , tetapi si kaya akan membeli terus untuk aset positif
Di point ini , kita akan melihat bahwa si Miskin selalu mengumpul barang barang yang tidak bisa menghasilkan uang , malah mengeluarkan biaya untuk menjaga barang barang yang dibeli , seperti mobil , dan memenuhi gaya hidupya . sedangkan si kaya selalu membeli barang2 yang bisa menghasilkan uang buat dia , si Kaya akan menabung di deposito , di reksadana , property , saham , asuransi dan sebagainya yang intinya yang dikemudian bisa menghasilkan uang buat mereka , dan si Kaya baru akan membeli aset negatif dengan dibiayai dari uang yang dhasilkan oleh aset positif

3. Si miskin selalu tidak mempunyai cukup uang untuk menabung dengan berapa pun income nya, tetapi si Kaya akan bisa menabung dengan berapun income nya
Si miskin mempunyai pola dalam mengatur keuangan yaitu  Income - Expense = Saving , sedangkan si Kaya mempunyai pola dalam mengatur keuangan yaitu Income-Saving = Expense   Untuk bagian ini sudah pernah dibahas dalam artike terpisah ( http://ey-enterprise.blogspot.com/2011/06/income-expense-saving-atau-income.html ) 
 
4. Si Miskin tidak mempunyai " Leverage " , sedangkan si Kaya akan selalu mempunyai " Leverage "
Leverage disini bisa seperti kapital ( Uang ) , dimana si Kaya bisa mempunyai banyak uang yang cukup untuk mengambil momentum yang terjadi , seperti jikalau terjadi krisis keuangan dimana harga saham dan harga rumah jatuh , si Kaya bisa mengambil momentum untum membelinya d harga murah , sedangkan si Miskin tidak ada kesempatan sama sekali 
 
5. Si Miskin tidak bisa mencover assetnya , si Kaya sangat suka sekali melindungi dan menaikan asetnya 
Si Miskin karena tidak bisa mengatur keuangan , dan tidak ada uang untuk membeli asuransi kerugian ( untuk menjaga aset seperti rumah ,mobil ) , tidak ada uang untuk membeli asuransi kesehatan ( untuk menjaga keluarnya uang waktu dia sakit ), dan tidak ada cukup uang untuk membeli asuransi jiwa untuk memastikan anaknya , atau pasangan hidupnya terjamin waktu dia meninggal , sedangkan Si Kaya sangat pintar sekali memakai konsep " Uang kecil menjaga uang besar " , Si Kaya suka membeli asuransi , karena mereka tahu dengan asuransi adalah memastikan mereka tidak akan keluar uang jika sampai terjadi sesuatu oleh aset mereka

Sekali lagi 5 point diatas adalah perbedaan yang sangat jelas dari cara berpikir dari seseorang  , Biarpun seseorang yang sekarang nya masih belum kaya secara keuangan , tetapi mempunyai mindset si Kaya , orang ini akan menjadi kaya di kemudian hari . Tetapi biarpun orang yang sekarang kaya secara keuangan , yang bisa saja kekayaan yang sekarang ini adalah hasil dari warisan  tetapi berpikir dengan cara si Miskin maka orang ini akan menjadi miskin di kemudian hari 

Anda sudah memahami perbedaannya bukan? Semoga dengan artikel ini  , bisa merubah mindset anda dalam mengeolah uang
 
Masa depan anda dan keluarga anda terletak di tangan Anda , apakah anda ingin mempunyai mindset si Kaya atau mindset si Miskin ?

Ingat " Your Future In Your Hand "